Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Segala puji kita haturkan kehadirat Allah swt atas detik-detik yang mulia yang kita habiskan di majelisnya Rasulullah saw. Di dalam majelis kita baca kita lantunkan pujian, yang mana dibanyak tempat, di tempat-tempat yang lain disitu tercoreng namanya Muhammad saw. Yang mana kita hargai, kita bersyukur kepada Allah atas keringanan langkah hadir di dalam majelis semacam ini, majelis yang sangat mulia. Insyaallah di dalam majelis ini saya yakin dihadiri oleh Habibina Muhammad saw. Tidaklah sebuah majelis yang itu bernisbahkan kepada Rasul, melainkan sohibul majelis, melainkan yang dimajeliskan itu yaitu Sayyidina Rasul saw akan hadir di dalam majelis ini. Maka nama kita semuanya akan dicatat oleh Allah, nama kita semuanya, wajah kita semuanya di lihat oleh Habibina Muhammad saw, kita yakin dan kita bisa pastikan, dan kita bisa jaminkan insyaallah wajah-wajah ini akan dikenali oleh Rasulullah saw, insyaallah wajah-wajah ini akan mengundang senyuman Habibuna Muhammad !! Allahuma solli alaih waala alaih.
Al mukarramin para habaib, para alim ulama, wabil khusus khadimul majelis akhina addaiilallah assayyidil fadhil Al Habib Idrus bin Muhammad Alaydrus semoga Allah swt memanjangkan umur beliau, memberikan kepada beliau kekuatan dhohir dan batin, memberikan kepada beliau anugerah-anugerah dari Allah swt dan senantiasa dikumpulkan insyaallah mendapatkan mandat dari para assalafuna solihin, aamiin ya rabbal’alamiin.
Juga kepada addaiilallah alhabibil fadhil Al Habib Muhammad bin Ahmad Assegaff semoga Allah swt memanjangkan umur beliau, memberkahi beliau, memberkahi dakwah beliau, memberkahi keluarga beliau aamiin ya rabbal’alamiin.
Kemudian tak lupa saya haturkan hormat saya kepada guru KH. Abdurrahman Navis semoga Allah swt memberikan panjang umur kepada beliau, memberkahi dakwah beliau aamiin ya rabbal’alamiin.
Juga kepada rekan saya assayyidil fadhil addaiilallah Al Habib Husein bin Najib Al Haddad semoga Allah swt juga memberkahi umur beliau dan memanjangkan umur beliau.
Dan tak lupa kepada orang tua kami Al Habib Umar bin Hamid Alaydrus semoga Allah swt memanjangkan umur beliau, dan memberkahi beliau aamiin ya rabbal’alamiin.
Para hadirin yang dimuliakan Allah swt, langkah kita di dalam majelis ini sejak kita teringat, sejak kita sudah berencana, bahkan dari jauh-jauh hari kita menginginkan, kita berencana untuk menghadiri majelis ini, kita datang bukan untuk tujuan duniawi, kita datang bukan hanya untuk tujuan mendapatkan pujian daripada orang, kita datang semata-mata hanya untuk supaya wajah yang mulia itu senyum kepada kita, supaya wajah yang agung itu senyum kepada kita, supaya wajah tersebut selalu perhatian kepada kita, itulah wajah Habibuna Muhammad saw. Sehingga ketika seseorang tergerak untuk menghadiri sebuah majelis taklim, atau untuk menghadiri majelis dzikir, begitu dia langkahkan kakinya, bahkan disaat dia masih berada di tempat duduknya untuk berangkat sudah dicatat pahalanya oleh Allah swt. satu langkah sepuluh kebaikan ditanamkan, satu langkah sepuluh kejelekanya dihapuskan dan kemudian Allah bangunkan kerajaan di surgaNya Allah swt, Allah bangunkan istana-istana, anda tinggal hitung.
Jangan dikira yang berdzikir hanya kita saja, setiap tempat akan bersaksi di hadapan Allah swt. Setiap tempat, setiap butiran-butiran pasir, butiran-butiran batu, bahkan rerumputan pun yang ada di sekitar kita, pepohonan pun juga merasakan kegembiraan ketika mendengarkan lantunan shalawat kepada Rasulullah saw.
Dikala disebutkan namanya Habibullah, dikala disebutkan namanya Sayyidina Muhammad saw maka segala sesuatu dibuatkan nikmat oleh Allah swt. Saya teringat sebuah hadist dari Sayyidina Rasulillah saw :
“Aku masih mengingat bebatuan bahkan pohon-pohon, bahkan tanah-tanah, gundukan-gundukan tanah yang mana ketika aku lewati di kota Makkah saat itu aku dengar semuanya pada mengucapkan assalamualaika ya Rasulullah.. assalamualaika ya Rasulullah”.
Letak batu-batu itu diketahui oleh Rasul saw, lalu bagaimana kalau kita sebagian, sekelompok kecil dari milyaran umatnya Rasul saw yang berkumpul di dalam tempat ini, di tempat yang kita muliakan dengan sebutan nama Muhammad saw, semoga ini akan mengundang ridho daripada Allah, mengundang rahmat daripada Allah swt. Nggak mungkin wajah-wajah yang bershalawat akan dilupakan oleh Rasulullah saw, sebab itu bukan sifatnya Habibuna Muhammad saw.
Sehingga setiap orang yang duduk di atas tempatnya anda bisa hitung berapa butiran batu, anda bisa hitung berapa butiran pasir yang ada di bawah anda, semuanya akan bersaksi. Disitu dituliskan pahala oleh Allah sesuai dengan jumlah daripada pasiran-pasiran tersebut. Hitunganya sangatlah tidak terhingga, kita tidak akan bisa menghitung anugerah daripada Allah swt.
Tadi telah kita dengarkan berbagai macam tausiyah dari guru-guru kita yang kita ucapkan semuanya kepada mereka jazakumullah khairal jazaa, semoga Allah swt memberikan balasan yang terbaik. Yang ingin saya haturkan di dalam majelis yang mulia ini anda jangan anggap hadirnya anda di dalam majelis yang muia ini semata-mata hanya sekedar hadir, jangan anggap hanya semata-mata diundang kemudian datang, tidak !! anda mewakili umat Muhammad saw. Ini semuanya sebagai bentuk dan terjemahan :
“sampaikan dariku meskipun satu ayat”.
Kalaupun itu bukan ayat yang termaktub anda sampaikan, tetapi bekas daripada ayat itu ketika orang yang lewat di sini akan mengatakan “itu orang-orang pada berkumpul mengagungkan nabinya Muhammad saw”.
Sehingga kalau seandainya kita bersyukur kepada Allah swt atas anugerah yang begitu indah ini, kita yang bisa kita ucapkan di dalam majelis ini hanya satu “alhamdulillah wa syukurillah..alhamdulillah wa syukurillah..alhamdulillah wa syukurillah” sebab kita dipilih oleh Allah menghadiri majelis semacam ini, Allah yang memilih, Allah yang mencatatkan. Di sebagian tempat ada orang yang dalam keadaan lalainya, dalam keadaan lupanya tidak tahu bagaimana urusan nanti ketika menghadap Allah swt.
“jiwa nggak ada yang tahu dimana dia akan mati”.
“setiap jiwa tidak akan tahu apa yang akan dia alami ketika menghadap Allah yang Maha agung dan yang Maha besar”.
Syukuri nikmat Allah di malam ini lisan kita, lidah kita, mulut kita dibuat menyebut nama Muhammad saw. Demi Allah kita akan mengetahui betapa berharganya satu lantunan shalawat dan betapa tercelanya, betapa buruknya akibat daripada tiupan-tiupan terompet itu disaat kita akan diliang lahatkan. Anda akan memilih bersama siapa, setiap orang akan dikumpulkan dengan orang yang dicintai.
Ketika Habibuna Muhammad saw ketika Beliau sedang berkhotbah, bercerita tentang hari kiamat ada orang muncul :
“ya Rasulullah kapan kiamat” tidak ada yang pernah tanya seperti itu.
Dijawab oleh Rasul saw : “apa yang kamu siapkan”
Dia dengan hatinya yang awam, dengan jawabanya yang polos tapi cinta yang dia tampakkan kepada Rasul saw :
“aku tidak siapkan apa pun sama sekali nggak punya modal menghadap kepada Allah, aku tidak bisa andalkan shalatku, puasaku, dzikirku nggak bisa aku andalkan, hanya aku punya cinta kepada Allah, hanya aku punya cinta kepada Rasulullah saw”
Apa katanya nabi Muhammad saw : “engkau akan bersama orang yang engkau cintai”
Engkau akan dikumpulkan bersama mereka, kalau kita hanya menginginkan dibuat di mana-mana. Tidak tidur musuh-musuh islam ini, bahkan mereka kalau ada orang mau ibadah silahkan ibadah asal pikiran, asal batin kiblatnya kepada mereka. Sehingga kalau disaat kita ibadah, kita takbir kepada Allah, kita punya pikiran dalam keadaan kosong. Tapi yang paling mereka takutkan adalah disaat mereka kompak umat ini dalam cinta kepada Rasulullah saw. Dikala umat ini kompak cinta kepada Rasulnya maka akan terguncang wahimal kufri taza’za’ di dalam maulid disebutkan. Benteng-benteng kekufuran, benteng-benteng yang membuat orang rugi di muka bumi ini, rugi dunia dan rugi akherat itu akan terguncang, yang bisa menggoncangkanya hanya satu kita bangga menjadi umatnya Muhammad saw !! Harus ditanamkan ketika seseorang bernisbahkan kepada Muhammad saw dia memiliki kebanggaan, ketika anda ditanya :
“engakau umatnya siapa”
“aku umatnya Muhammad saw”
“Kamu umat terbaik” katanya Allah, Allah yang memilih.
Para nabi lebih panjang umurnya, ibadah yang diperintahkan oleh Allah untuk umatnya lebih berat. Tapi masalah kekasih dan cinta Allah hanya Allah khususkan untuk umatnya nabi Muhammad saw. Beliau meskipun datangnya paling terakhir tapi beliau adalah pemimpin daripada mereka.
“Adam dan anak cucunya akan berada di bawah daripada benderaku kelak di hari kiamat”.
Kita masuk dalam benderanya Rasul saw. Umbul-umbul, bendera-bendera itu bukan didirikan bukan hanya untuk sekedar hiasan tidak. Dimana-mana tempat banyak dipasangkan simbol-simbol yang dimurkai oleh Allah, tapi ketika anda pasangkan Majelis Rasulullah, ada gambarnya kubah nabawi itu semata-mata agar kita tahu kita akan bernisbahkan kelak kita di hari kiamat insyaallah kita akan berada di bawah naungan bendera tersebut, solallahu’ala Muhammad !! Bangga punya nabi Muhammad saw yang paling menginginkan umatnya untuk masuk ke dalam surga.
“Laqod jaakum rosulum min anfusikum azizun alaihi ma anittum” kataNya Allah swt, Allah sifatkan RasulNya “azizun alaihi ma anittum” pedih Rasul saw atas apa yang kalian alami. Jangankan kita terluka, kita terkena duri kata Rasul saw bahkan sebutir duri itu juga dirasakan oleh Rasul saw. Hingga kalau ditempat lain mereka sangat membanggakan, mengidolakan kasih sayang Allah atau apapun yang mereka katakan masa kita nggak bangga dengan nabi Muhammad saw? Kita lihat jutaan orang ratusan orang, dengan mereka nggak sadarnya mereka dibuat main, diombang-ambing. Bagaimana kalau saat itu dicabut nyawanya oleh Allah, bagaimana kalau saat itu ketika dia balik bahkan kita tidak sangsikan banyak mereka yang mati, minimal keluar dari tempat itu mereka dalam keadaan sudah rusak akhlaknya, naudzubillah tsumma naudzubillah. Ini umat islam ini akan diublek-ublek, akan dibolak-balikkan, sebab kita perlu tahu “harisun alaikum” Rasul itu sangat menginginkan keselamatan untuk kita “bilmukminina roufur rokhim”. Makanya Rasul saw beliau mengatan :
“Aku ditolong oleh para anak muda”
Apalagi di dalam Majelis Rasulullah ini kebanyakan yang hadir adalah anak-anak muda, ini sangat dibanggakan oleh nabi Muhammad saw. Kita patut bersyukur kepada Allah swt atas berdirinya Majelis Rasulullah di tanah Surabaya ini.
Anda mulai sekarang ikrarkan dalam batin anda : “saya ya Allah wakilnya nabi Muhammad saw”
Tanamkan dalam batin anda. Bagaimana kita nggak tanamkan dalam batin kita namanya Rasulullah itu tertulis di arsyNya Allah. Setiap tempat di surgaNya Allah ada tulisan “lailahailallah muhammadurrasulullah” bahkan tulisan itu yang menyebabkan nabi Adam kenal dengan nabi Muhammad saw. Sehingga dia bertawasul kepada Allah :
“ya Allah aku minta kepadaMu demi Muhammad saw ampuni dosaku”
Apa katanya Allah : “ya Adam kamu kenal Muhammad dari mana”
Kata nabi adam :
“ya Allah ketika engkau ciptakan aku untuk pertama kali mataku pertama kali membuka yang terbuka aku lihat tulisan lailahailallah muhammadurrasulullah, maka aku yakin tidaklah engkau sandingkan namaMu dengan nama seseorang melainkan orang ini engkau cintai”
Apa kataNya Allah swt :
“ya Adam jangankan engkau hanya minta untuk dirimu, engkau mintakan untuk keturunanmu pasti semuanya akan Aku ampuni demi Muhammad saw”
Kita perlu menangis di malam-malam semacam ini, kita perlu menangis. Rasul saw setiap malam bengkak kakinya, nabi Muhammad saw setiap malam menangisi kita semua, disaat yang terakhir nggak inget anaknya, nggak inget keluarganya, yang beliau inget hanya satu umati..umati. Didatangi oleh Jibril, dikatakan :
“ini bidadari surga sudah bersolek semuanya sudah bersiap menunggu kedatangan ruhmu yang mulia ya baginda Rasul”
Dijawab oleh Rasulullah saw : “aku bukan itu yang aku tanyakan, yang aku tanyakan bagaimana umatku”
Terus kita ini sebagai umat yang apa..kita berjuang fisabilillah ya enggak, kita ngangkat pedang ya juga kita enggak, wes minimal kita senangkan kita ajak kawan-kawan kita menghadiri majelisnya Rasulullah saw.
Kita ajak anak-anak yang banyak, kita selamatkan mereka, jangan sampai mereka menjadi kurban daripada gembala-gembala itu jangan sampai mereka jadi kurban, jangan. Ayo kita ambil mereka, kita rangkul mereka, sebab sekarang ini genderang untuk perekrutan orang sudah mulai ditabuhkan, mana yang ada kesempatan dimasuki, mana yang ada kesempatan dimasuki, anda sebagai wakil Muhammad saw jangan sampai kalah, anda umatnya Muhammad saw. Mau nunggu apa? kiamat tinggal 2 hari, mau nunggu malaikat turun dari langit, nggak !! sekarang ini, datangi.
Lihat salah satu akhlaknya Rasul saw tanamkan kepada kita, Beliau selalu memperhatikan sesama. Ayo banyak di kalangan kita orang-orang susah, rumahnya dalam keadaan terpuruk, keadaanya dalam keadaan terpuruk, jangan disalahkan dulu mereka dilihat bagaimana background mereka , kenapa koq bisa melakukan perbuatan itu, kenapa bisa melakukan kemaksiatan dan lain sebagainya dibantu, dirangkul semuanya, korbankan semuanya untuk Rasul saw. Sehingga seandainya kelak anda tidak memiliki apa-apa kecuali hanya anda bisa melihat wajahnya Rasul saw sungguh itu adalah suatu obat yang sangat luar biasa.
Kemudian ketika nabi Muhammad saw hendak mau masuk ke dalam perang badr, para sahabat disuruh bicara, ada satu bicara disuruh duduk, satu bicara disuruh duduk, itu dari kalangan muhajirin. Dari kalangan anshar ada seorang sahabat mengatakan :
“mungkin engkau ya Rasulullah masih bermaksud kami yang untuk berbicara, ya Rasulullah kami telah berjanji kepadamu ya Rasulullah diwaktu engkau datang menuju kota kami, kami akan membantu engkau, kami akan berkorban untuk dirimu ya Rasulullah, kami tidak akan mengecewakanmu ya Rasulullah”
Ini katanya para sahabat. Kita jangan kecewakan Rasul, anda dalam bidang anda ikut akhlaknya nabi Muhammad saw, baik yang sebagai mahasiswa ataupun sebagai mahasiswi, sebagai ibu rumah tangga, sebagai bapak rumah tangga, baik sebagai orang biasa ataupun sebagai orang kantoran tempatkan akhlaknya Muhammad saw.
Demi Allah di Negara barat sekarang ini mereka paling rindu dengan akhlak Muhammad saw. Ada satu orang waktu naik bus dia lihat ada orang tua lagi berdiri, (perempuan tua) dia bangun ketika dia bangun dia suruh duduk orang tua tersebut dia persilahkan, dia bilang :
“kenapa engkau lakukan demikian”
Dia katakan : “iya aku disuruh agamaku, aku disuruh oleh Muhammad saw”
Dua kali, tiga kali seperti itu orang ini mengucapkan :
“Lailahailallah Muhammadurrasulullah saw”
Bayangkan, buat Rasul itu bangga, buat guru-guru kita ini bangga, buat guru mulia kita Habib Umar bangga, buat para pembesar-pembesar kita itu bangga, buat ketika mereka melihat kita dikatakan :
“wuh anak Majelis Rasulullah saw memiliki akhlak yang baik, mereka wakil-wakilnya Rasulullah saw”
Sehingga dimana-mana tersebar, tercover Surabaya ini, sehingga virus-virus yang tidak baik yang akan merusak dunia kita dan akherat kita semuanya akan dihindarkan oleh Allah swt.
Apa katanya para sahabat, seorang sahabat itu mengatakan :
“ya Rasulullah demi Allah yang engkau ambil dari kami lebih kami senangi daripada yang engkau tinggalkan ya Rasulullah”
“ya Rasulullah seandainya engakau ajak kami untuk berjalan di atas lautan sekalipun ya Rasulullah kami akan ikuti kami tidak akan mundur sedikitpun dari barisanmu ya Rasulullah”
Apa yang Allah berikan kepada umat terdahulu Allah berikan kepada umat nabi Muhammad saw.
Bahkan diriwayatkan di dalam sebuah riwayat ketika Rasulullah saw mengirimkan sebuah pasukan ini setelah wafatnya Rasulullah saw, musuh-musuh itu lari tunggang langgang di atas perahunya. Sedangkan kaum muslimin nggak punya perahu waktu itu mereka dengan kuda mereka, dengan menggunakan kalimat “bismillahirrahmanirrahiim” mereka berjalan di atas lautan itu sebagaimana Allah belahkan lautan, Allah belahkan sungai nil untuk nabi Musa as. Ini umat Muhammad saw bukan terbelah lagi lautanya tetap dengan ombaknya sehingga dikatakan oleh para sahabat :
“kami melangkahi bahkan yang jalan di antara kami ketika kami sudah sampai di tepi maka tidak ada setes air pun yang ikut hinggap bersama kendaraan kami”
Ini apa? ini kemuliaan yang Allah berikan untuk umatnya Rasulullah saw. Kenapa? Karena membanggakan Rasulullah, Allah kasih kelebihan yang sangat luar biasa.
Oleh karena itu mari kita pertahankan dan kita sebarkan Majelis Rasulullah, harus tersebar ini Surabaya ini, sidoarjo harus tersebar, Lamongan, Krian dan banyak daerah harus tersebar bendera-bendera Rasulullah, panji-panji Rasulullah sehingga Allah memberkahi kita semunya insyaallah. Semoga Allah gembira dengan kita, semoga Rasul gembira dengan kita di malam ini sehingga insyaallah kita akan dapat melihat hasilnya kelak disaat kita dimasukkan di dalam kubur, kita akan bisa menikmati manisnya ketika kita akan dicabut nyawa kita maka ketika itu dihadirkan oleh Allah dihadiri oleh Sayyidina Rasulillah saw.
“ya Allah kami memohon kami kepadaMu wahai Allah jangan engkau siksa kami ya Allah, yang telah meninggal daripada saudara-saudara kami dari kalangan kaum muslimin yang meninggal karena kecelakaan AirAsia itu ampuni, yang meninggal karena longsor, yang meninggal di daerah-daerah yang lainya ya Allah yang masih banyak teraniaya angkatlah bencana dari mereka ya Allah, angkatlah segala macam bentuk problema dari tangan kita semunaya ya Allah, yang sakit diantara kami sembuhkanlah ya Allah, yang memiliki hajat ya Allah kami mohonkan dengan nama Muhammad saw kabulkanlah hajat kami ya Allah, penuhi hajat kami ya Allah demi Sayyidina Rasulillah saw”.


