Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Yang sama-sama kita muliakan dan sama-sama kita hormati para habaib, para alim ulama, tokoh masyarakat serta orang-orang tua yang hadir di kesempatan yang sangat mulia ini wabilkhusus Al Habib Muhammad bin Ahmad Assegaff, wabilkhusus K.H. Abdurrahman Navis, wabilkhusus akhina fadhilatussayid adda'i ilallah Al Habib Ahmad bin Yunus Al Muhdhor, Al Habib Husein bin Najib Al Haddad dan habaib-habaib dan alim ulama serta orang-orang tua yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu mudah-mudahan kita yang berkumpul di saat yang sangat mulia ini diberkahi oleh Allah swt juga orang tua saya, mertua saya Al Habib Umar bin Muhammad Alaydrus sehingga orang-orang yang sangat mencintai Nabi Muhammad. Shallu’alannabi Muhammad..!
Anda yang sudah ditakdirkan oleh Allah swt, anda yang sudah ditunjuk oleh Allah swt yang hadir di kesempatan yang sangat mulia ini dimana orang banyak lalai dengan Allah swt, banyak orang yang sudah lupa dengan baginda nabi kita Muhammad saw tetapi kita yang ditunjuk oleh Allah, dan ditakdirkan berkumpul di tempat yang sangat mulia ini demi Allah dan RasulNya, dan kami duduk dan berkumpul demi Allah dan RasulNya tidak ada tujuan yang lain, tidak ada unsur politik, tidak ada unsur A dan unsur B semuanya demi nabi Muhammad, semuanya demi Sayyidina Muhammad..!
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt bahwasanya engkau telah mendengarkan dari beberapa tausiyah dari guru-guru kita yang mana semuanya mengajak hingga kita cinta terhadap baginda nabi kita Muhammad saw, perkumpulan kita disaat ini adalah tidak lebih bahwasanya kita cinta terhadap baginda nabi Muhammad saw. Perkumpulan kita di malam hari ini adalah karunia yang begitu agung bahwasanya kita semuanya ditakdirkan oleh Allah dan itu adalah sangat mahal harganya, tidak ternilai dengan jabatan, tidak ternilai dengan harta, tidak ternilai dengan apapun semuanya ialah takdir yang sudah ditakdirkan oleh Allah kepada saya dan anda yang hadir di kesempatan yang sangat mulia ini. Kalau seandainya Allah swt pingin kita bermaksiat di malam hari ini Allah mampu meletakkan kita di tempat kemaksiatan tetapi tidak Allah swt pilih kita hingga kita berkumpul ditempat yang sangat mulia ini bahwasanya Allah swt sayang, bahwasanya nabi Muhammad saw rindu hingga kita bisa duduk bershalawat kepada baginda nabi Muhammad saw. Dan telah kita dengarkan tadi Allah swt itu tidak shalat tapi menyuruh kepada kita shalat, Allah swt tidak berpuasa kita pun disuruh berpuasa tetapi Allah swt menyuruh kepada kita bershalawat dan Allah pun bershalawat, karena siapa? Karena junjungan nabi kita Muhammad, shalllu’alannabi Muhammad.
Karena siapa? Karena nabi Muhammad saw, mulia akhlaknya, budi pekertinya, kasih sayangnya, ajaran-ajaran indahnya, tidak pernah melaknat, tidak pernah mencaci, selalu memberikan daripada pelajaran-pelajaran yang mulia maka pantas Rasulullah saw mengatakan didalam sabdanya :
“Saya di utus oleh Allah swt untuk menyempurnakan daripada akhlak-akhlak”.
Tapi Alhamdulillah disaat ini, bahwasanya disaat ini Allah dan nabi Muhammad gembira melihat kita. Dengarkan Allah dan nabi Muhammad gembira melihat kita, karena kita apa? karena kita memuliakan nabi Muhammad. Khususnya di bulan yang mana dilahirkan nabi Muhammad, tidak detik yang begitu mulia, tidak ada bulan yang begitu mulia, tidak ada hari yang begitu mulia semulia dilahirkan sosok manusia yang mana diidolakan oleh Allah yaitu baginda nabi kita Muhammad saw, mudah-mudahan kita bersama dengan nabi Muhammad insyaallah.
Nabi Muhammad saw seperti yang saya katakan tadi telah memberikan banyak kepada kita gambaran-gambaran yang indah, banyak pelajaran-pelajaran yang mulia yang wajib bagi pengikutnya untuk selalu mencontohnya. Sedikit demi sedikit adab-adab Rasulullah kita terapkan, duduk di dalam majelis kita terapkan, ketika kita masuk di rumah doanya nabi Muhammad jangan engkau tinggalkan, ketika kita masuk ke kamar mandi jangan engkau tinggalkan adab dan doanya yang telah diajarkan baginda nabi Muhammad. Mulai dari sesuatu yang mudah, karena itu akan membuat rasa cinta kita terhadap nabi Muhammad semakin tumbuh di dalam diri kita. Jikalau kita menyatakan cinta kepada nabi Muhammad tetapi kita kecewakan adabnya Rasulullah, kita makan lupa dengan bismillah, kita minum lupa dengan bismillah, kita makan lupa duduk, kita minum lupa duduk, bayangkan, padahal itu semuanya sudah diajarkan oleh Sayyidina Muhammad.
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt kesempatan yang teragung bagi kita adalah dikumpulkanya oleh Allah swt kita semuanya di tempat yang sangat mulia ini. Bahwasanya tempat ini akan menjadi saksi di hari kiamat bahwasanya kita semuanya cinta dengan Sayyidina Muhammad, menjadi saksi di hari kiamat.
“Wahai Allah fulan bin fulan telah berkumpul di tempatku, fulan bin fulan telah duduk di tempatku, muliakan mereka”. Akan menjadi saksi di hadapan Allah swt. Tetapi waliyadzubillahi mindzalik mereka-mereka yang sudah menyibukkan dirinya dengan kemaksiatan, menyibukkan waktunya dengan hiburan-hiburan yang mana melalaikan dirinya dengan Allah, bagaimana nanti nabi Muhammad jikalau melihat kita disaat itu sedangkan kita bermaksiat. Tetapi rasa cinta yang begitu dalam yang terdapat di dalam diri nabi Muhammad selain dari yang dikatakan oleh rekan saya fadhilatussayid Al Habib Ahmad Yunus Al Muhdhor mengatakan “ummati-ummati”, lebih dari itu Rasulullah saw jikalau mendapat laporan dari ummatnya yang disampaikan oleh malaikat-malaikatNya Allah swt :
“wahai Muhammad sesungguhnya fulan bin fulan telah bermaksiat kehadirat Allah”.
Apa yang dilakukan oleh nabi Muhammad? Apakah nabi Muhammad menyumpahi orang tersebut? Apakah nabi Muhammad saw tidak perduli dengan orang yang melakukan kemaksiatan? Perduli sekali !! Biarpun Rasulullah saw tidak senang dengan orang yang bermaksiat tetapi Rasulullah sangat perduli dengan pendosa-pendosa dari ummatnya, perduli Rasulullah siapa bilang tidak perduli.
Bukan hanya Rasulullah saw itu perduli dengan ummatnya yang bertaqwa tetapi lebih dari itu dan lebih dahsyat dari itu Rasulullah saw perduli dengan pendosa-pendosa ummatnya seraya mengatakan di dalam doanya kalau seandainya terdapat amal buruk dalam umatku, jikalau saya mendapat laporan dari malaikat bahwasanya fulan bin fulan telah bermaksiat, fulan bin fulan telah merayakan tahun baru dengan kemaksiatan, bulan bin fulan telah meniup terompetnya, fulan bin fulan telah melihat pandangan-pandangan tidak betul Rasulullah sujud kehadirat Allah seraya mengatakan di dalam doanya :
“Kalau saya dapat umatku bermaksiat kepadaMu wahai Allah saya mintakan ampun kepadaMu wahai Rabbi”.
Lihat hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah, ada manusia yang perduli dengan pendosa? Jikalau kitapun mendapatkan anak saja yang mungkin nakal, yang mungkin gemar bermaksiat mungkin anak tersebut kita jauhkan, kita sisihkan dari saudara-saudaranya. Tetapi baginda nabi Muhammad, kita bukan sebagai anaknya bahkan kita sebagai umatnya perduli sujud kehadirat Allah swt :
“Wahai Allah mereka telah berdosa kepadaMu, aku mintakan ampunanMu wahai Allah”.
Apa jawaban Allah, dengar daripada jawaban Allah yang telah diminta oleh baginda nabi Muhammad saw, yang diminta oleh mulut yang tidak pernah berdosa, yang diminta didalamnya mulut yang tidak pernah mencaci, tidak pernah mengadu domba orang (wal iyadzu billahi min dzalik), yang mana telah diutarakan kalimat-kalimat yang baik, jawaban Allah swt :
“Wahai Muhammad jangan takut jangan bimbang, wahai Muhammad jikalau ada dari umatmu yang datang di hari kiamat dan terdapat di dalam dirinya kesaksian terhadapKu tidak ada Tuhan selianKu (Allah) dan mereka itu masih menyaksikan dan mereka yakin bahwasanya engkau adalah utusanKu dan kekasihKu biarpun dosanya mereka besarnya seperti gunung-gunung di luar sana pasti akan Aku ampuni mereka”
Lihat Allah tidak melihat kita, tetapi melihat Sayyidina Muhammad, shallu’alannabi Muhammad !!
Jikalau seseorang merasakan ampunan Allah akan tersalurkan di dalam hatinya, di dalam tubuhnya selalu bertaat kepada Allah itu anda merasakan ampunan Allah, jikalau sebaliknya, anda akan mendapat musibah yang begitu besar dari Allah.
Tetapi ampunan yang mereka rasakan mereka pecinta-pecinta Allah, pecinta-pecinta nabi Muhammad jikalau merasakan ampunan Allah dia akan merasakan kenikmatan jikalau mereka shalat kehadirat Allah. Dan kitapun hadir disaat ini karena Allah, karena kita diberikan ampunan Allah, kita harus yakin, shallu’alannabi Muhammad !! Itu mereka yang merasakan daripada ampunan Allah swt. Tidak hanya mendapatkan ampunan dari Allah dan Allah menjanjikan kepada mereka-mereka mendapat surganya Allah swt. Mudah-mudahan kita masuk ke surganya Allah swt..aamiin.
Keindahan daripada surga tersebut mata yang biasa melihat daripada pandangan-pandangan yang bagus yang indah lebih daripada itu semua pandangan di surgaNya Allah swt, jikalau seandainya ada keindahan yang pernah kita dengar keindahan di surga lebih dari itu semua, itulah keindahan surgaNya Allah swt.
Tidak panjang lebar mari di kesempatan yang sangat mulia ini kita berdzikir kehadirat Allah swt, ayo sama-sama minta kehadirat Allah swt. Ini Allah swt melihat kepada kita semuanya sembari kita berdzikir kita ucapkan kalimat ya Allah..ya Allah hadirkan semuanya hajat-hajatmu dan hajat-hajat orang-orang muslimin di sekitar kita yang mana baru terkena musibah teman-teman kita, saudara kita orang muslimin yang jatuh dari pesawat Air Asia kita sangat prihatin sekali kita mintakan ampunan kepada sang Maha Kuasa di kesempatan yang sangat mulia ini. Hadirkan semua hajat orang-orang muslimin di barat dan timur hingga Allah swt memberikan pertolongan kepada mereka semuanya.
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله


