Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Yang saya hormati para ulama, para masyayikh, para habaib, para asatidz, para sepuh, para pini sepuh, para bapak, para ibu segenap hadirin yang dimuliakan oleh Allah swt. Khususnya Al Mukarram shohibul fadhilah Al Habib Idrus bin Muhammad Alaydrus Rois peduli dakwah Majelis Rasulullah saw Jawa Timur.
Yang saya hormati Al Habib Muhammad bin Ahmad Assegaff, Al Mukarram shohibul fadhilah Al Habib Ahmad bin Yunus Al Muhdhor, Al Habib Husein bin Najib Al Haddad, Al Habib Umar bin Hamid Al Aydrus, dan semua para hadirin, para bapak, para ibu, para jamaah Majelis Rasulullah saw yang di muliakan oleh Allah swt.
Sebuah anugerah dari Allah swt di malam tahun baru menjelang 2015 ini Majelis Rasulullah Jawa Timur mengadakan acara dzikir akbar seperti ini, dimana di sebagian
masyarakat kita siap-siap dengan terompetnya, siap-siap dengan trek-trekan nya, siap-siap dengan hura-huranya tapi subhanallah Majelis Rasulullah dengan berdzikir kepada Allah swt. Ini merupakan anugerah dari Allah yang menunjukkan jamaah peduli Majelis Rasulullah saw ini mengajak kepada kebaikan, mengajak cinta kepada Rasulullah saw, tidak mau untuk berbuat maksiat. Ini dakwah yang dikehendaki oleh para ulama-ulama kita assalafussoleh, dakwah yang dilakukan oleh wali songo, dakwah yang dilakukan oleh ulama-ulama Nahdhatul Ulama (NU). Jadi Majelis Rasulullah ini sistem dakwahnya sama dengan NU yaitu dengan dzikir, dengan shalawat, dengan istighastah, dengan menghimpun masyarakat untuk berdzikir kepada Allah swt. Dengan demikian saya sangat mendukung kegiatan peduli dakwah Majelis Rasulullah yang dipimpin oleh Al Habib Idrus Alaydrus ini dalam rangka untuk mengajak anak-anak muda. Mungkin di luar sudah siap dengan pacarnya, mungkin di luar sudah siap dengan minum-minuman kerasnya, siap dengan bermacam-macam perangkat untuk kemaksiatan, tapi di sini kita berdzikir kepada Allah swt, kita bershalawat kepada Rasulullah saw itu merupakan cinta kepada Rasulullah saw.
Adik-adik remaja, para bapak, para ibu yang saya hormati, jamaah Majelis Rasulullah saw yang saya muliakan, berbicara tentang tahun baru masehi yang berarti kita mengakhiri tahun 2014 untuk menyambut 2015. Untuk mengakhiri sebuah tahun menuju tahun berikutnya kita perlu muhasabah, Sahabat Umar bin Khatab menyampaikan kepada kita :
“Menghitung-hitunglah kamu, mencoba menghitung kamu, menghisab kamu terhadap apa yang dikerjakan selama setahun sebelum kamu nanti dihitung, dihisab oleh Allah swt”.
Para bapak, para ibu, hadirin sekalian dalam hidup ini menyambut tahun yang akan datang 5 hal yang harus kita perhatikan :
Yang pertama Al Mu'ahadah, yang kedua Al Mujahadah, yang ketiga yaitu Al muroqobah, yang keempat Al muhasabah dan yang ke lima Al mu'aqobah.
Yang pertama apa? Al Mu'ahadah, berjanji, berikrar kepada Allah swt, komitmen kepada Allah swt untuk cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah saw.
“Tidak beriman seseorang kepada Rasulullah sehingga aku lebih dicintai dari orang tuanya, lebih dicintai dari anak-anaknya dan lebih dicintai daripada manusia semuanya”.
Kita wajib cinta kepada Rasulullah saw, apa bukti cinta kita?
“Orang yang cinta dengan sesuatu dia sering mengingatnya, dia sering menyebutnya”.
Menyebut asma Rasulullah Muhammad saw, itu bukti cinta, terus menerus kita sebut namanya kita ingat Rasulullah, jangan lupa baca shalawat kepada Rasulullah saw.
“Orang yang pelit itu kalau disebut nama Rasulullah tidak baca shalawat kepada Rasulullah saw”.
Bapak-bapak, ibu-ibu kalau sumpek-sumpek nggak usah ngrumpi, nggak usah kemana-mana. Adik-adik kalau lagi puyeng, lagi galau nggak usah ke diskotik tapi ikut Majelis Rasulullah bershalawat kepada Rasulullah saw, akan tenang hatinya, tenteram hatinya. Itulah cinta Rasulullah, menyebut Rasulullah, bershalawat kepada Rasulullah saw.
“Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bershalawat kepada nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah dan bersalam kepada nabi”.
Tidak ada satu ibadah Allah memerintahkan Allah ikut mengerjakan kecuali shalawat. Allah memerintahkan kepada kita puasa Allah nggak puasa, Allah memerintahkan kepada kita shalat Allah nggak shalat, Allah memerintahkan kepada kita haji Allah nggak haji. Tapi Allah memerintahkan kepada kita shalawat sesungguhnya Allah dan malaikatnya bershalawat kepada nabi. Maka Majelis Rasulullah dengan shalawatan, dengan dzikiran ini sesuai dengan kaidah dan aqidah ahllusunnah waljamaah yang dibawa oleh Nahdhatul Ulama, yaitu Mu'ahadah berjanji cinta kepada Allah dan RasulNya.
Yang kedua Al Mujahadah bersungguh-sungguh jihad, subhanallah panitia malam ini yang menyiapkan panggungnya, tempatnya, mungkin dua hari, tiga hari nggak tidur. Datang dari Lamongan, Madura, Sidoarjo, Pasuruan dari tempat-tempat lain subhanallah ini mujahadah, jihad kita untuk cinta kepada Rasulullah saw, untuk berdzikir kepada Allah swt, perlu jihad tekun, tidak berhenti, terus. Kita memperjuangkan agama Allah dengan santun dan menyejukkan.
Yang ketiga adalah Al muroqobah, merasa diawasi oleh Allah swt. Mereka-mereka yang sekarang itu sedang berjingkrak-jingkrak di diskotik, mereka yang sekarang itu sedang bersenda gurau dengan ceweknya dan cowoknya, mereka yang sekarang itu sedang mabuk-mabukan itu akan dilihat, dicatat oleh malaikat, dilaporkan kepada Allah swt. Insyaallah anda semuanya di sini yang terhampar di sini untuk dzikir kepada Allah akan diberikan rahmat oleh Allah, dikirimi rahmat oleh Allah, dilindungi malaikat Allah swt.
“Tidak berkumpul suatu kaum untuk berdzikir kepada Allah membaca shalawat kepada Rasulullah, membaca kalimat toyyibah malaikat datang melindungi kita”. Yang belajar tambah pinter aamiin..., yang dagang tambah laris aamiin..., yang belum dapat jodoh segera dapat jodoh aamiin..., yang sudah dapat jodoh semoga dikaruniai anak yang solihin dan solihah aamiin..., jadi orang yang ahli shalawat, ahli dzikir, ahli ibadah, jadi orang yang khusnul khatimah aamiin ya rabbal’alamiin.
Yang keempat Al muhasabah, kita mengevaluasi diri dalam semenit, sejam, sehari, seminggu, sebulan, setahun lebih banyak amal baik atau amal buruknya kira-kira. Minimal kita gunakan untuk shalawatan, gunakan untuk dzikiran, gunakan untuk pengajian itu merupakan amal soleh yang akan dicatat oleh Allah swt. Dan adik-adik remaja insyaallah kalau dekat dengan habaib, dekat dengan ulama, dekat dengan majelis dzikir, insyaallah jauh dari kemaksiatan, aamiin ya rabbal’alamiin.
Bahwa sekarang anda adik-adik sekalian sudah dekat dengan ibadah, dekat dengan dzikir itu nanti di hari kiamat dapat payung Allah disaat tidak ada payung lain kecuali payungNya Allah swt. Dari itu melalui Majelis Rasulullah ini insyaallah adik-adik remaja tidak dibawa kepada kemaksiatan, dibawa kepada kebaikan, dzikir, shalawat, beribadah berusaha untuk mencapai tujuan duniawi dan ukhrowi.
Dan yang kelima yang terakhir yaitu Al mu'aqobah, mungkin kita pernah berjanji untuk baca shalawat setiap hari tapi kita tidak shalawat kita sanksi diri kita, mungkin kita berikrar untuk tahajud malam ternyata kita tidak tahajud sanksi dengan ibadah yang lebih banyak. Al mu'aqobah berikan sanksi kepada diri sendiri kalau tidak melaksanakan janjinya itu untuk taat kepada Allah swt.
Para bapak yang saya hormati dengan demikian di malam tahun baru ini, mari mereka-mereka yang bermaksiat hentikanlah, kita ganti dengan shalawatan, kita ganti dengan dzikiran, kita ganti dengan pengajian dan insyaallah akan terkurangi bencana-bencana. Bencana longsor, Air Asia yang jatuh macam-macam bencana itu bisa merupakan ujian dari Allah, bisa merupakan cobaan dari Allah, bisa merupakan adzab dari Allah swt. Maka kalau kita ingin dapat barakah mari masyarakat ini dekatkan untuk iman kepada Allah, dekatkan untuk ibadah kepada Allah kita memperbanyak untuk melaksanakan perintah Allah, menjauhi laranganNya.
“Dan jika seluruh negeri ini, penduduk Surabaya ini, penduduk Indonesia ini beriman kepada Allah, melaksanakan perintah Allah dan takut kepada Allah menjauhi larangan Allah akan kami buka berkah yang turun dari langit dan berkah yang tumbuh dari bumi, dan bagi mereka yang mendustakan Allah maka Aku adzab sebab tingkah polah mereka itu sendiri”.
Maka kalau kita tidak ingin di adzab oleh Allah, dapat barakah oleh Allah ini, mari kita masyarakat semuanya kita dekatkan kepada Allah. Pemerintah berikan fasilitas untuk supaya rakyatnya iman kepada Allah, pemerintah berikan dorongan untuk ibadah kepada Allah, kerja yang keras usaha yang maksimal untuk dekat kepada Allah swt dan juga Rasulullah saw insyaallah negeri ini menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang subur dan makmur, adil dan aman) aamin ya rabbal’alamiin.
Mudah-mudahan peduli dakwah Majelis Rasulullah saw Jawa Timur yang dipimpin oleh Al Habib Idrus Alaydrus ini makin maju, makin jaya, makin barakah, makin manfaat, dan terus banyak pengikutnya lebih banyak untuk menyebarkan cinta kepada Rasulullah saw dan meraih ridho Allah swt. Itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini mudah-mudahan ada manfaatnya wallahul muafik ilaakwamithoriq wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


