Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Yang sama-sama kita hormati dan kita cintai Al Habib Idrus bin Muhammad Al Aydrus selaku perintis dan ketua Majelis Rasulullah saw untuk wilayah Jawa Timur matta anallahu bithuli hayatih. Yang kita cintai dan kita hormati guru saya K.H Al Usatdz Abdurrahman Navis matta anallahu bithuli hayatih, Al Habib addaiilallah akhina Ahmad bin Yunus Al Muhdhor dan Ustadz Husein bin Najib Al Haddad, serta orang tua kita Al Habib Umar bin Hamid Al Aydrus matta anallahu bithuli hayatihim, segenap para habaib, para ulama, para kyai, para asatidz dan segenap hadirin para pecinta-pecinta dan perindu-perindu Rasulullah saw yang dirahmati oleh Allah swt.
Alhamdulillah kita dipilih oleh Allah swt menjadi orang-orang yang cinta kepada nabi Muhammad saw. Kita bersyukur kepada Allah diantara sekian banyak manusia, kita termasuk orang-orang yang dipilih oleh Allah swt untuk gemar bershalawat kepada nabi Muhammad saw, menjadi orang-orang yang terhibur hatinya dengan shalawat kepada nabi Muhammad saw, menjadi orang-orang yang semakin menjadi-jadi kerinduanya kepada nabi Muhammad dengan mendengar kumandang shalawat kepada nabi Muhammad saw. Semoga cinta ini tidak dapat terputus, semoga cinta yang Allah letakkan di hati kita kepada nabi Muhammad ini kita mampu mensyukurinya, dan mudah-mudahan cinta ini akan tetap bersemayam dalam hati kita sampai nanti datang saatnya kita harus kembali menghadap kepada Allah swt. Karena cinta ini satu-satunya modal yang kita miliki setelah Allah berikan iman dan islam kepada kita satu-satunya modal yang kita miliki, satu-satunya modal yang kita harapkan kelak kita pantas mendapatkan syafa'atul udzma dari nabi Muhammad saw. Kita tidak punya banyak ibadah, kita tidak punya cukup pengetahuan, kita juga tidak punya hati yang cukup bersih untuk bisa menjamin kita khusnul khatimah, untuk bisa menjamin kita selamat di shirat, untuk bisa menjamin kita pantas berada di surgaNya Allah swt, harapan kita adalah syafaat dari nabi Muhammad saw. Namun permasalahanya ma'asyiral hadirin ada satu pesan Rasulullah saw yang kini banyak dilupakan oleh manusia, banyak dilalaikan oleh orang bahkan mereka yang mengaku cinta kepada nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad saw selalu berwanti-wanti agar kita tidak datang dengan tangan kosong, kelak di hari kiamat Rasul ingin kita datang dengan modal walaupun sedikit modal itu, tapi upaya keras kita yang sedikit itu akan menjadikan hati Rasulullah saw bangga, akan menjadikan hati Rasulullah saw senang, karena ternya umatnya yang setiap hari Rasulullah menangis, yang setiap hari ditangisi Rasulullah ternyata mereka adalah manusia-manusia yang tahu diri, adalah manusia-manusia yang tahu di untung, manusia-manusia yang pandai menghargai cintanya nabi Muhammad saw.
Rasulullah saw pernah menyampaikan :
“Jangan pernah kalian mencoreng mukaku nanti di hari kiamat dengan keburukan amal kalian”.
Jangan permalukan nabi Muhammad dengan buruknya akhlak kita, jangan permalukan nabi Muhammad dengan maksiat yang kita jalankan. Oleh karena itu ma'asyiral hadirin sebagaimana kita antusias untuk membaca shalawat, antusias untuk menghadiri majelis maulid bahkan antusias untuk mengadakan peringatan-peringatan maulid, hendaknya pula demikian keadaanya dengan kita menghidupkan sunnah-sunnah nabi Muhammad saw. Bukankah nabi Muhammad telah berpesan :
“Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku maka sesungguhnya orang itu betul-betul cinta kepada aku”.
Rasul mengakui bahwa kita adalah pecinta beliau.
“Dan barangsiapa yang mencintai aku maka orang itu layak berdamping denganku kelak di surgaNya Allah swt”. Bukankah ini pesan Rasulullah saw. Nabi Muhammad saw Allah ciptakan dengan demikian sempurna sehingga Allah swt menyatakan :
“Sesungguhnya di dalam diri Rasul ada contoh yang baik”.
Kalau kalian mencari figur tidak ada figur yang lebih sempurna daripada nabi Muhammad saw. Jika kalian mencari idola tidak ada yang pantas di muka bumi ini sejak Allah ciptakan Adam sampai hari kiamat tidak ada manusia yang lebih pantas untuk dijadikan idola kecuali nabi Muhammad saw. Beliau satu-satunya manusia yang tersempurna yang pernah Allah ciptakan di muka bumi ini. Demikian sempurnanya sehingga setiap insan baik yang beriman maupun yang tidak mereka semua mengakui dan mengagumi kebaikan dan kemuliaan nabi Muhammad saw.
Di zaman nabi Muhammad saw hidup di tengah-tengah kaum kafir di masa itu, ada seseorang dari kaum kafir menyatakan :
“aku sudah keliling dari ujung dunia sebelah barat sampai ujung dunia sebelah timur, aku sudah ketemu raja demi raja, kaisar demi kaisar pernah aku temui tapi aku tidak pernah melihat manusia dicintai seperti Muhammad dicintai oleh pengikutnya. Aku tidak pernah melihat manusia yang di hormati seperti nabi Muhammad di hormati oleh pengikut-pengikutnya”.
Para sahabat-sahabat nabi karena demikian cintanya kepada nabi Muhammad saw kalau nabi mengambil air sembahyang, berwudhu, mereka berebut untuk mendapatkan tetesan bekas wudhunya Rasulullah saw, kalau mereka tidak mendapatkan maka mereka menyentuh kulit orang yang mendapatkan tetesan air wudhu Rasulullah untuk diusapkan ke badannya. Mereka berebut melayani Rasul, bahkan keringatnya nabi pun mereka berebut untuk mendapatkanya.
“aku tidak pernah melihat orang dicintai seperti nabi Muhammad dicintai oleh pengikut-pengikutnya” kata si kafir ini.
Para sahabat-sahabat nabi mereka yang hidup di tengah-tengah nabi, shalat bersama nabi, duduk bersama nabi, shalat di belakang nabi, mengamini doanya nabi, mereka tidak kuasa untuk berpisah dengan nabi Muhammad saw. Bahkan diriwayatkan salah seorang sahabat Nabi saw yang bernama Khalid bin ‘Adan beliau setiap mau tidur, sebelum matanya terpejam beliau mengucapkan :
“Aku mencintai nabi Muhammad, aku merindukan nabi Muhammad, ya Allah segerakanlah ajalku agar aku bisa berjumpa dengan nabi Muhammad di barzah” setelah nabi Muhammad meninggal. Beliau setiap mau tidur mengucapkan ini “ya Allah segerakanlah ajalku supaya aku bisa bersegera untuk berkumpul dengan nabi Muhammad di alam akherat bersama para sahabat-sahabat dan pengikutnya”.
Sahabat Bilal Radi Allahu Taala Anhu ketika mengahadapi sakaratul maut istrinya menangis di sisinya karena kasihan melihat Bilal dalam keadaan sakaratul maut lalu Bilal mengatakan kepada istrinya :
“Sungguh hari ini adalah hari yang paling bahagia, karena hari ini ruh ku akan berpisah dengan jasadku, aku akan berjumpa dengan kekasihku nabi Muhammad saw dan para sahabat-sahabatnya”. Sakitnya sakaratul maut tidak dirasakan oleh Bilal karena besarnya rasa cinta dan rindu beliau kepada nabi Muhammad saw.
Ma'asyiral hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt mari hidupkan sunnah nabi Muhammad saw dalam kehidupan kita. Salah satu sunnah nabi Muhammad saw beliau pernah menyampaikan kepada sahabat Anas bin Malik :
“Wahai Anas kalau engkau mampu untuk berpagi-pagi bangun tidur sampai datang waktu sore kalau engkau bisa sepanjang hari setiap hari tidak ada kedengkian tidak ada kebencian dalam hatimu kepada manusia maka lakukanlah wahai Anas sesungguhnya itu adalah bagian daripada ajaranku itu adalah bagian dari sunnahku”.
Ini penyakit hadirin ada di setiap diri kita dan penyakit inilah yang menjadi cikal bakal pepecahan, menjadi sebab permusuhan, menjadi sebab segala keburukan di muka bumi ini adalah kedengkian. Kalau kita cinta kepada nabi Muhammad mari kita sambut bulan mulia bulan maulid ini dengan melatih diri, karena sesungguhnya Allah tidak pernah melihat rupa kita, Allah tidak pernah melihat penampilan kita, orang yang ibadahnya pas-pasan hanya yang wajib saja, shalatnya cuman 5 waktu, puasanya cuman Ramadhan, hajinya cuman satu kali, kalau kaya dia hanya berzakat tidak ada yang lain tapi hatinya bersih, orang ini lebih dicintai oleh Allah ketimbang orang yang shalat 1000 rakaat, haji 100 kali tapi hatinya kotor. Mari, caranya bagaimana? Tanamkan dalam diri kita bahwa saya bukan yang terbaik di antara sekian banyak orang, saya adalah yang paling jelek di antara yang lain supaya setiap kita memandang orang kita anggap orang ini lebih mulia dari kita, orang ini lebih baik dari kita. Sehingga siapapun yang kita temui, kita hormati, kita hargai, kita berikan porsi yang cukup untuknya. Kalau sudah ini bisa kita lakukan maka akan hilang itukebencian, karena sesungguhnya kebencian itu akan menimbulkan kemarahan dan kemarahan ini kalau tidak terlampiaskan akan menyebabkan penyakit yang namanya dengki, kalau sudah dengki bersemayam di hati seseorang maka dengki ini akan menyebabkan efek penyakit yang namanya penyakit hasut. Hasut itu kita menginginkan bahagia dan kita sangat-sangat menginginkan kebinasaan orang lain, kita ingin senang dan kita ingin kesenangan orang lain hilang dari mereka, ini penyakit hasut. Satu penyakit yang kita biarkan bersemayam dalam diri maka penyakit itu akan menyebabkan munculnya penyakit-penyakit hati yang lain. Dan kalau penyakit-penyakit hati ini sudah bisa kita hilangkan jaminan pasti rumah tangga akan tenteram, lingkungan akan kondusif, keamanan akan terjaga dengan sendirinya, karena tidak ada orang hasut, tidak ada orang iri, tidak muncul keinginan untuk mencuri, untuk menipu, untuk korupsi untuk apa saja. Ada orang dapat nikmat dia bersyukur alhamdulillah mudah-mudahan Allah Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kepada orang itu mudah-mudahan Allah memberikan kepada saya dan Allah Maha Kuasa untuk itu, ini yang ingin saya sampaikan dalam pengajian hari ini karena ini yang paling penting dan ini adalah salah satu sunnah nabi Muhammad saw. Orang banyak sibuk untuk melakukan berbagai macam aktifitas ibadah tapi hati mereka berpecah belah.
“sepertinya mereka bersatu tapi hati mereka terpecah belah”.
Mari, kalau kita cinta kepada nabi Muhammad indahkan pesan nabi Muhammad saw, bersihkan hati dari segala bentuk kebencian, bersihkan hati dari segala bentuk kedengkian. Caranya seperti yang saya sampaikan tadi, jangan pernah memandang diri kita sempurna, jangan pernah memandang diri kita yang terbaik, jangan pernah merasa diri kita yang paling berjasa, di muka bumi ini manusia yang paling berjasa hanya nabi Muhammad saw. Selain beliau ada lebih ada kurang, mungkin kelebihan kita kekurangan orang lain, kelebihan orang lain kekurangan kita. Oleh karena itu sepatutnyalah kita saling menghargai dan kita saling menutupi kekurangan masing-masing. Dengan demikian kelanjutan hadist tadi kata Rasul :
“ini adalah sunnahku” kalau sunnahku ini diperhatikan, diindahkan maka itu adalah bukti cinta kepada nabi Muhammad saw. Mudah-mudahan kita dijadikan oleh Allah swt pecinta-pecinta sejati nabi Muhammad saw, kita menjadi pemegang panji-panji nabi Muhammad saw. Dan mudah-mudahan kita dijadikan oleh Allah swt orang yang selamat bahagia di dunia, selamat dan bahagia kelak di akherat. Mudah-mudahan sedikit yang sampaikan ini akan bermanfaat bagi kita dan mudah-mudahan saya diberikan keikhlasan didalam menyampaikan dan mudah-mudahan hadirin dan hadirat semuanya juga diberikan keikhlasan didalam menerima hingga pengajian ini mendatangkan manfaat dan dampak yang positif aamiin ya rabbal’alamiin. Mohon maaf atas segala kekurangan wal 'afwu minkum, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


